PD II Observasi

KELOMPOK VIII 

PSIKODIAGNOSTIK II (OBSERVASI)

Disusun Oleh :

Trias Priyanti W– 0824090407

Firman C Lois – 0624090344

Dwi Afreni – 0924070031

  

Kelas              : Senin 9.30-12.00

Ruang            : ACL 303

Dosen            : Ibu Bina Dwarawati, Psi

Perilaku Anak Autis Ketika Melakukan Terapi

di Yayasan Autisma Indonesia

 

Perilaku yang diamati:

Aktivitas anak autis yang bernama Muhammad Fauzan ketika dilakukan terapi  di Yayasan Autisma.

Definisi :

Terapi perilaku berupaya untuk melakukan perubahan pada anak autistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilaku yang berkekurangan (belum ada) ditambahkan.
Terapi perilaku yang dikenal di seluruh dunia adalah Applied Behavioral Analysis yang diciptakan oleh O.Ivar Lovaas PhD dari University of California Los Angeles (UCLA).

Secara lebih teoritis, prinsip dasar terapi ini dapat dijabarkan sebagai A-B-C; yakni A (antecedent) yang diikuti dengan B (behavior) dan diikuti dengan C (consequence). Antecedent (hal yang mendahului terjadinya perilaku) berupa instruksi yang diberikan oleh seseorang kepada anak autis. Melalui gaya pengajarannya yang terstruktur, anak autis kemudian memahami Behavior (perilaku) apa yang diharapkan dilakukan olehnya sesudah instruksi tersebut diberikan, dan perilaku tersebut diharapkan cenderung terjadi lagi bila anak memperoleh Consequence (konsekuensi perilaku, atau kadang berupa imbalan) yang menyenangkan.

Tujuan :

Untuk mengamati segala perilaku atau aktivitas yang dilakukan si anak autis ketika sedang diterapi.

Kategori perilaku :

  1. Tidur-tiduran
  2. Menggaruk-garukkan kepala
  3. Menangis
  4. Tertawa
  5. Tersenyum
  6. Memegang mainan
  7. Jalan – jalan
  8. Menyendiri
  9. Lompat-lompatan
  10. Memukul
  11. Marah

Definisi tiap kategori:

  1. Tidur-tiduran : Meletakkan kepala di atas lantai
  2. Menggaruk-garukkan kepala : Menggerakkan tangan ke kepala secara berulang-ulang
  3. Menangis : mengeluarkan air mata
  4. Tertawa : membuka mulut dan mengeluarkan suara tanda bahagia atau senang
  5. Tersenyum : sejenis tawa yang tidak mengeluarkan suara
  6. Memegang mainan : menggerakkan tangan untuk meraih mainan dan memainkannya
  7. Jalan-jalan : menggerakkan kaki secara berulang-ulang
  8. Menyendiri : menjauh dari teman-temannya
  9. Lompat-lompatan : mengangkat kaki dan menghentakkannya di lantai secara berulang-ulang
  10. Memukul : mengetuk dengan sesuatu ke temannya
  11. Marah : menunjukkan raut wajah yang penuh dengan emosi

Metode pendekatan :

Where             :  Field Setting

What               :  Time Sampling, interval 10’ dalam waktu satu jam

How                 :  Non Partisipan

When               :  Immediate Recording

Tempat / tanggal pelaksanaan Observasi:

Tempat            :  Yayasan Autisma Indonesia

Jl. Cipinang Kebembem I  No. 6

RT014/RW124, Jakarta 13230.

Hari/Tanggal   : Jumat / 30 April 2010

Pukul               : 09.00-10.00 (satu jam)

Anecdotal Record :

Jumat, 30 April 2010 tepatnya di Yayasan Autisma Indonesia yang terletak di Jl.Cipinang Kebembem I No. 6 Ruang II kami mengamati seorang siswa autis yang bernama Muhammad Fauzan. Adik kecil yang kira-kira berusia tiga tahun itu menggunakan busana kaus lengan panjang yang berwarna krem yang dimasukkan ke dalam setelan celana panjang berbahan jeans.  Hasil observasi yang kami tangkap yaitu ia melakukan tidur-tiduran, tersenyum, dan marah sebanyak delapan kali selama satu jam. Untuk menggaruk – garukkan kepala dan jalan- jalan,  ia melakukan sebanyak dua belas kali. Empat kali menangis, tiga kali menyendiri, lima kali memegang mainan, dan enam kali tertawa dalam satu jam. Untuk memukul , ia melakukan sebelas kali dalam satu jam. Terakhir ia melakukan delapan belas kali lompat-lompatan.


Hasil Observasi  (Tabel Time Sampling) :

Kategori

10’

10’

10’

10’

10’

10’

Tidur-tiduran l ll ll lll 8
Menggaruk-garukkan kepala lll ll ll lll ll 12
Menangis l ll l 4
Tertawa l l l l ll 6
Tersenyum ll l ll l ll 8
Memegang mainan l ll l l 5
Jalan-jalan lll ll l lll lll 12
Menyendiri l l l 3
Lompat-lompatan lll llll ll llll lll ll 18
Memukul ll l ll l lll ll 11
Marah ll l l l ll l 8

Rating Scale :

Aspek (kurang)

1

2

3

4

5

6

7

Aspek (paling sering)

Tidur-tiduran Tidur-tiduran
Menggaruk-garukkan kepala Menggaruk-garukkan kepala
Menangis Menangis
Tertawa Tertawa
Tersenyum Tersenyum
Memegang mainan Memegang mainan
Jalan-jalan Jalan-jalan
Menyendiri Menyendiri
Lompat-lompatan Lompat-lompatan
Memukul Memukul
Marah Marah

Kesimpulan :

Aktivitas yang paling sering dilakukan Fauzan adalah lompat-lompatan, yaitu delapan belas kali dalam satu jam. Sedangkan aktivitas yang jarang ia lakukan adalah menyendiri, yaitu tiga kali dalam satu jam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s