PENGARUH STRES PADA MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI UPI YAI JAKARTA

Diajukan Oleh :

Trias Priyanti

NIM : 0824090407

Telah Disetujui :

Pada Tanggal : ____________

FAKULTAS PSIKOLOGI UPI YAI

               Mengetahui

Dekan                                                                                         Dekan Eksekutif,

(I Nyoman Surna, Psi, Mpsi)                          (Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono)

PENGARUH STRES MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI UPI YAI JAKARTA

USULAN PENELITIAN

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi

Universitas Persada Indonesia YAI

Untuk Menyusun Skripsi S1

Oleh :

Trias Priyanti

NIM : 0824090407

Telah Disetujui :

Pada Tanggal : ____________

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI

JAKARTA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang Masalah

Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana (S1) pada masa akhir studinya berdasarkan hasil penelitian, kajian kepustakaan, atau pengembangan tentang sesuatu masalah yang dilakukan dengan seksama (Darmono,Ani M. Hasan, Tahun 2002, h.xi). Skripsi adalah karya ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis i Perguruan Tinggi (Poerwadarminta,1983, h. 957). Semua mahasiswa wajib mengambil mata kuliah tersebut, karena skripsi      digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar akademisnya sebagai sarjana. Mahasiswa yang menyusun skripsi dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan proses belajar yang ada dalam penyusunan skripsi. Prosesbelajar yang ada dalam penyusunan skripsi berlangsung secara individual, sehingga tuntutan akan belajar mandiri sangat besar. Mahasiswa yang menyusun skripsi dituntu tuntuk dapat membuat suatu karya tulis dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara umum.

Adapun masalah-masalah yang umum dihadapi oleh mahasiswa dalam menyusun skripsi adalah, banyaknya mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan dalam tulis menulis, adanya kemampuan akademis yang kurang memadai, serta kurang adanya ketertarikan mahasiswa pada penelitian (Slamet, 2003). Kegagalan dalam penyusunan skripsi juga disebabkan oleh adanya kesulitan mahasiswa dalam mencari judul skripsi, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, serta adanya kecemasan dalam  menghadapi dosen pembimbing (Riewanto, 2003). Apabila masalah-masalah tersebut menyebabkan adanya tekanan dalam diri mahasiswa maka dapat menyebabkan adanya stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa. Gejala stres yang ditunjukkan oleh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Persada Indonesia YAI antara lain banyaknya keluhan mahasiswa mengenai sakit kepala yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari, keluhan mengenai gangguan tidur berupa kesulitan tidur, sering terlihat cemas, sering terlihat mudah marah, dan ada beberapa mahasiswa    yang menunjukkan gejala gangguan daya ingat yang ditunjukkan dengan seringnya       mahasiswa lupa pada janji bimbingan dengan dosen pembimbing dan janji dengan teman.

Stres sebagai ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional, dan spiritual manusia, yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut (Jones and Bartlett, tahun 1994, h. 2). Tetapi, tidak semua stress itu buruk. Kenyataannya, banyak orang yang setuju kalau kita memang membutuhkan stress sampai derajat tertentu agar kita tetap sehat. Namun bagaimana stress bisa menjadi sesuatu yang baik? Apabila stress dianggap sebagai sebuah motivasi positif, stress dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan. Apabila melebihi poin optimal yang menguntungkan ini, stress lebih membawa keburukan daripada kebaikan (Jones and Bartlett, tahun 1994, h. 3).

 

B.     Rumusan Masalah dan Pokok Bahasan

1.      Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah yang diuraikan sebagai berikut :           Bertitik tolak pada latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut adalah “Apakah ada pengaruh antara skripsi dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa di Universitas Persada Indonesia YAI Salemba, Jakarta?”

2.      Pokok Bahasan

Berdasarkan uraian di atas, maka pokok bahasan yang diuraikan meliputi;

Stres : gangguan dan emosional yg disebabkan oleh faktor luar, atau terjadi ketegangan pada individu.

Skripsi mahasiswa : karya ilmiah yang dituliskan mahasiswa S1 diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis di Perguruan Tinggi

3.      Tujuan Penelitian

Dengan dilakukannya penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahiu bagaimana hubungan antara pengaruh stres yang terjadi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Persada Indonesia YAI Salemba, Jakarta.

4.      Manfaat penelitian

Dari segi teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan dan kontribusi bagi psikologi khususnya psikologi klinis tentang salah satu faktor yang mempengaruhi stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa.

Dari segi praktis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang hubungan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa. Informasi tersebut diharapkan  dapat mendorong mahasiswa  untuk meningkatkan  efektivitas dalam menyusun skripsinya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.     Stress

  1. Definisi

Sarafino (1994, h. 74) menyatakan bahwa stres adalah kondisi yang  disebabkan  oleh  interaksi  antara  individu dengan  lingkungan, menimbulkan  persepsi  jarak  antara  tuntutan-tuntutan,  berasal  dari situasi  yang bersumber pada  sistem biologis, psikologis dan  sosial dari  seseorang.   Stres muncul  sebagai akibat dari adanya  tuntutan yang  melebihi  kemampuan  individu  untuk  memenuhinya. Seseorang  yang  tidak  bisa  memenuhi  tuntutan  kebutuhan,  akan merasakan  suatu  kondisi  ketegangan dalam diri. Ketegangan  yang berlangsung  lama  dan  tidak  ada  penyelesaian,  akan  berkembang menjadi stres. Sesuai dengan Sarafino, Hardjana  (1994, h. 14) menyatakan bahwa  stres  adalah  suatu  keadaan  atau  kondisi  yang  tercipta  bila interaksi antara individu yang mengalami tekanan dan keadaan yang dianggap mendatangkan tekanan, membuat individu melihat adanya ketidaksepadanan, antara keadaan atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikis dan sosial yang ada pada diri individu.

Senada dengan pengertian di atas Bishop (1994, h. 127) menyatakan bahwa stres adalah interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan suatu tekanan dalam diri individu akibat adanya suatu tuntutan yang melebihi batas kemampuan individu untuk menghadapinya dan memberikan respon fisik maupun psikis terhadap tuntutan yang dipersepsi. Pengertian ini menekankan adanya tuntutan pada diri seseorang yang melebihi kemampuannya, dan adanya proses persepsi yang dilakukan oleh individu terhadap kejadian atau hal di lingkungan yang menjadi sumber stres.

Tekanan hidup yang berat tidak jarang membuat keseharian Anda diwarnai stres. Selain luapan emosional, tanda stres juga dapat terlihat pada kondisi fisik. Berikut, tanda-tanda fisik seseorang mengalami stres :

Mata Berkedut.

Beberapa ahli kesehatan menyakini, mata berkedut (blepharospasm) sebagai akibat seseorang mengalami stres. Jika mengalaminya, pejamkan mata Anda sejenak dengan santai. Lalu dengan mata tertutup berkahayallah berada di tempat menyenangkan, hati hingga membuat Anda tersenyum. Nikmati waktu sejenak guna merasa rileks. Setelah itu, buka mata Anda dan cobalah beraktivitas seperti biasa.

Sulit Konsentrasi.

Tidak dipungkiri lagi, stres bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Bahkan, memulai hal kecil seperti memilih menu makan malam. Agar kembali fokus, hentikan sejenak seluruh kegiatan dan buat pikiran Anda rileks kembali. Lakukan peregangan pada bagian kaki, agar pikiran lebih cemerlang. Pancaran sinar matahari juga bisa membantu tubuh melepaskan hormon pemicu stres serotonin, sehingga Anda bisa lebih moody.

Kutikula Kuku Terasa Kasar.

Beberapa wanita gemar menggigit kuku guna menghilangkan stres atau saat merasa gugup. Alhasil, kebiasaan buruk itu membuat permukaan kuku terlihat kasar. Untuk menghindarinya, cobalah gegam bola elastis dan remaslah saat Anda stres.

Otot Leher Menegang.

Menurut psikolog Elizabeth Lombardo, stres dapat memengaruhi bagian tulang, persendian, hingga otot otot leher bagian belakang menegang. Cara mengatasinya, lakukan latihan relaksasi dengan menarik napas dalam sebanyak lima hingga sepuluh kali. Lalu, fokuskan pikiran merelaksasi bagian leher secara perlahan. Atau, mintalah bantuan pasangan memijat lembut leher Anda.

Faktor –Faktor Penyebab Stres

Menurut dr.  LA Hartono, th. 2007 faktor-faktor penyebab stress antara lain :

  1. Tekanan fisik : kerja otot/olahraga yang berat, kerja otak yang terlalu lama, dan sebagainya.
  2.  Tekanan psikologis : hubungan suami-istri, orang tua-anak, persaingan antar saudara-teman kerja, hubungan social lainnya, etika moral, dan sebagainya.
  3. Tekanan social ekonomi : kesulitan ekonomi, rasialisme, dan sebagainya
  1. Aspek-Aspek Stres

Menurut Sarafino (1994, h. 79) ada dua antara lain:

Aspek Biologis

Aspek biologis dari stres berupa gejala fisik. Gejala fisik dari stres yang dialami individu antara lain: sakit kepala, gangguan tidur, gangguan pencernaan, gangguan makan, gangguan kulit dan produksi keringat yang berlebihan.

Aspek Psikologis

Aspek psikologis dari stres berupa gejala psikis. Gejala psikis dari stres antara lain:

1)      Gejala kognisi

Kondisi stres dapat menganggu proses pikir individu. Individu yang mengalami stres cenderung mengalami gangguan daya ingat, perhatian dan konsentrasi.

2)      Gejala emosi

Kondisi stres dapat menganggu kestabilan emosi individu. Individu yang mengalami stres akan menunjukkan gejala mudah marah, kecemasan yang berlebihan terhadap segala sesuatu, merasa sedih dan depresi.

3)       Gejala tingkah laku

Kondisi stres dapat mempengaruhi tingkah laku sehari-hari yang cenderung negatif sehingga menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stres

Faktor-faktor yang mempengaruhi stres menurut Smet (1994, h. 130-131) antara lain:

Variabel dalam diri individu

Variabel dalam diri individu meliputi: umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, temperamen, faktor genetik, inteligensi, pendidikan, suku, kebudayaan, status ekonomi.

  1. Karakteristik kepribadian

Karakteristik kepribadian meliputi: introvert-ekstrovert, stabilitas emosi secara umum, kepribadian ketabahan, locus of control, kekebalan,  ketahanan.

Variabel sosial-kognitif

Variabel sosial-kognitif meliputi: dukungan sosial yang dirasakan, jaringan sosial,         dan kontrol pribadi yang dirasakan.

Hubungan dengan lingkungan sosial

Hubungan dengan lingkungan sosial adalah dukungan sosial yang diterima dan            integrasi dalam hubungan interpersonal.

Strategi koping

Strategi koping merupakan rangkaian respon yang melibatkan unsur-unsur pemikiran untuk mengatasi permasalahan sehari-hari dan sumber stres yang menyangkut tuntutan dan ancaman yang berasal dari lingkungan sekitar.

 

B.     Skripsi Mahasiswa

  1. Definisi

Skripsi adalah karya ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis di Perguruan Tinggi (Poerwadarminta, 1983, h. 957). Semua mahasiswa wajib  mengambil mata kuliah tersebut, karena skripsi digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar akademisnya sebagai sarjana. Mahasiswa yang menyusun skripsi dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan proses belajar yang ada dalam penyusunan skripsi. Proses belajar yang ada dalam penyusunan skripsi berlangsung secara individual, sehingga tuntutan akan belajar mandiri sangat besar. Mahasiswa yang menyusun skripsi dituntut untuk dapat membuat suatu karya tulis dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Peran dosen dalam pembimbingan skripsi hanya bersifat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan yang ditemui oleh mahasiswa dalam menyusun skripsi (Redl & Watten, 1959, h. 299).

1. Karakteristik Skripsi

Beberapa karakteristik pokok yang perlu dimiliki dalam penyusunan skripsi mahasiswa, antara lain :

a)      Disusun berdasarkan hasil kajian literatur dan atau pengamatan lapangan.

b)      Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ejaan yang disempurnakan.

c)      Bidang kajian difokuskan kepada permasalahan ekonomi dan upaya pemacahannya, baik dalam lingkup mikro maupun makro.

2. Sistematika Skripsi

Skripsi yang disusun mahasiswa terdiri dari tiga bagian pokok seperti berikut ini.

  1. Bagian Persiapan
  • Sampul
  •  Halaman Judul
  • Halaman Pengesahan
  • Abstrak
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Daftar Tabel
  • Baftar Bagan (Gambar)
  1. Bagian Teks
  • BAB I. Pendahuluan
  • BAB II. Landasan Teori  (Diberi judul sesuai dengan isi Bab II)
  • BAB III. Metode Penelitian
  • BAB IV. Deskripsi data dan Pembahasan
  • BAB V. Kesimpulan dan Saran
  1. Bagian Akhir
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran-lampiran
  • Daftar Riwayat Hidup
  1. Kendala Skripsi

Skripsi sering menjadi momok bagi mahasiswa, karena mahasiswa yang bersangkutan harus menyediakan waktu khusus untuk mengerjakannya sampai selesai. Bahkan, tidak sedikit dari para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi mengalami banyak kendala.

Adapun kendala-kendala yang umum dihadapi oleh mahasiswa dalam menyusun skripsi adalah, banyaknya mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan dalam tulis menulis, adanya kemampuan akademis yang kurang memadai, serta kurang adanya ketertarikan mahasiswa pada penelitian (Slamet, 2003). Kegagalan dalam penyusunan skripsi juga disebabkan oleh adanya kesulitan mahasiswa dalam mencari judul skripsi, kesulitan mencari  literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, serta adanya kecemasan dalam menghadapi dosen pembimbing (Riewanto, 2003). Apabila kendala-kendala tersebut menyebabkan adanya tekanan dalam diri mahasiswa maka dapat menyebabkan adanya stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa dapat disebut mengalami stres, ketika mahasiswa merasakan  adanya ketidakmampuan  dalam  menghadapi  sumber stres yang  ada  dan  menyebabkan tekanan  dalam  diri.  Mahasiswa yang sedang  menyusun  skripsi  mengalami  berbagai  masalah  yang dapat menghambat penyelesaian skripsi dan menyebabkan mahasiswa

 

C.    Stress pada Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi

Berdasarkan uraian faktor-faktor yang mempengaruhi stres di atas, maka   faktor-faktor yang mempengaruhi stres dalam menyusun skripsi antara lain:

  1. Faktor internal:

1)      Jenis kelamin

Penelitian di Amerika Serikat menyatakan bahwa wanita cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan pria. Secara umum wanita mengalami stres 30 % lebih tinggi dari pada pria.

2)      Status sosial ekonomi

Orang yang memiliki status sosial ekonomi yang rendah cenderung memiliki tingkat stres yang tinggi. Rendahnya pendapatan menyebabkan adanya kesulitan ekonomi sehingga sering menyebabkan tekanan dalam hidup.

3)      Karakteristik kepribadian mahasiswa

Adanya perbedaan karakteristik kepribadian mahasiswa yang sedang menyusun skripsi menyebabkan adanya perbedaan reaksi terhadap sumber stres yang sama. Mahasiswa yang memiliki kepribadian ketabahan memiliki daya tahan terhadap suber stres yang lebih tinggi dari pada mahasiswa yang tidak memiliki kepribadian ketabahan.

4)      Strategi koping mahasiswa

Strategi koping merupakan rangkaian respon yang melibatkan unsur-unsur pemikiran untuk mengatasi permasalahan sehari-hari dan sumber stres yang menyangkut tuntutan dan ancaman yang berasal dari lingkungan sekitar. Strategi koping yang digunakan oleh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dalam menghadapi stres, berpengaruh pada tingkat stresnya.

5)       Inteligensi

Mahasiswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang lebih tinggi akan lebih tahan terhadap sumber stres dari pada mahasiswa yang memiliki inteligensi rendah, karena tingkat inteligensi berkaitan dengan penyesuaian diri. Mahasiwa yang memiliki inteligensi yang tinggi cenderung lebih adaptif dalam menyesuaikan diri.

  1. Faktor eksternal :

1)      Tuntutan pekerjaan/ tugas akademik (skripsi)

Tugas akademik (skripsi) yang dianggap berat dan tidak sesuai dengan kemampuan individu dapat menyebabkan terjadinya stres.

2)      Hubungan mahasiswa dengan lingkungan sosialnya

Hubungan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dengan lingkungan sosialnya meliputi dukungan sosial yang diterima dan integrasi dalam hubungan interpersonal dengan lingkungan sosialnya.

 

D.    Hipotesis

Menurut kaitan yang telah diuraikan diatas maka, menurut penulis ada pengaruh stress dalam menyusun skripsi pada mahasiswa.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel merupakan faktor yang berperan dalam gejala-gejala yang akan diteliti, di mana variabel tersebut ditentukan oleh landasan teoritisnya dan ditegaskan oleh hipotesis penelitiannya. Identifikasi variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas diartikan sebagai variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat. Sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2003:3). Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:

  1. Variabel terikat (DV)   : Stress
  2. Variabel bebas  (IV)    : Skripsi pada mahasiswa

  1. Definisi Operasional Variabel-variabel Penelitian

Definisi operasional dalam hal ini adalah definisi yang memberikan batasan-batasan atau arti pada suatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut (Kerlinger 1998:51).

Adapun definisi operasional mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

Stres : gangguan dan emosional yg disebabkan oleh faktor luar, atau terjadi ketegangan pada individu.

Skripsi mahasiswa : karya ilmiah yang dituliskan mahasiswa S1 diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis di Perguruan Tinggi

  1. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
    1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2003:55). Populasi bukan
sekedar jumlah yang ada pada subyek atau objek yang dipelajari, tetapi meliputi
seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut. Populasi
dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Persada Indonesia YAI.

  1. Metode Pengambilan Sampel

Setelah menentukan populasi maka langkah selanjutnya adalah menentukan sampel penelitian. Menurut Sugiyono (2003:56) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu Sugiyono (2003:56). Banyaknya sampel yang digunakan pada penelitian ini disesuaikan dengan rumus Nomogram Harry King. Jumlah populasi yang diambbil di Universitas Persada Indonesia YAI adalah sebanyak 30 orang.

  1. Metode Pengumpulan Data.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap variabel penelitian dengan menggunakan skala. Menurut Saifuddin Azwar (2003:4) karakteristik skala sebagai alat ukur psikologi yaitu stimulusnya berupa pernyataan atau pertanyaan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan mengungkap indikator perilaku dan atribut yang bersangkutan, dari indikator perilaku diterjemahkan dalam bentuk item-item dan respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban benar atau salah.

Pada penelitian ini skala yang digunakan adalah skala model Likert. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi komponen-komponen yang dapat terukur. Komponen-komponen yang terukur kemudian dijadikan titik tolak untuk menyusun item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan yang kemudian dijawab oleh responden.

Kategori jawaban pada skala terdiri dari lima kategori dengan tidak menghilangkan kategori netral. Hal ini dimaksudkan agar responden diberi kebebasan untuk memilih jawaban sesuai dengan dirinya tanpa ada paksaan.

Alternatif jawaban yang diberikan dengan pernyataan-pernyataan yang ada adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Dengan  rincian bahwa pernyataan  favorable adalah pernyataan yang mendukung dimensi dan karakteristik dari variabel penelitian, sedangkan pernyataan yang unfavorable adalah pernyataan yang tidak mendukung karakteristik dari variabel penelitian. Adapun penilaian pada kelima alternatif jawaban tersebut ada pada tabel 3.1.

Tabel 1.1

Tabel Penilaian Skala Likert

Alternatif Jawaban

Favorable Unfavorable

Sangat Sesuai (SS)

5 1

Sesuai (S)

4 2

Netral (N)

3 3

Tidak Sesuai (TS)

2 4

Sangat Tidak Sesuai (STS)

1 5

Skala yang akan digunakan pada penelitian ini adalah:

Skala Pengaruh Stress

Skala ini terdiri dari item favorable dan item unfavorable. Seperti yang terlihat pada table 1.2

Blue Print

Skala Pengaruh Stress

No. Faktor Indikator Favoroble Unfavoroble

1

Internal

1)      Jenis kelamin

2)      Status sosial ekonomi

3)      Karakteristik kepribadian mahasiswa

4)      Strategi koping mahasiswa

5)      Suku dan kebudayaan

2

Eksternal

1)       Tuntutan pekerjaan/ tugas akademik (skripsi)

2)       Hubungan mahasiswa dengan lingkungan sosialnya

  1. E.     Metode Analisis Instrumen

Suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan oleh para ahli psikometri, yaitu kriteria validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu agar kesimpulan tidak keliru dan tidak memberikan gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya, diperlukan uji validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian.

  1. 1.      Validitas

Menurut Saifuddin Azwar (2000:99) validitas dalam pengertian yang paling umum adalah kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya. Artinya sejauh mana skala itu mampu mengukur atribut yang dirancang untuk mengukurnya. Skala yang hanya mampu mengungkap sebagian dari atribut yang sebenarnya atau justru mengukur atribut lain, dikatakan sebagai skala yang tidak valid. Karena validitas sangat erat kaitannya dengan tujuan ukur. Maka setiap skala hanya dapat menghasilkan data yang valid untuk satu tujuan ukur pula. Untuk melihat nilai validitas suatu variabel dapat dilihat dari validitas item dan korelasi antar faktor.

  1. Uji validitas item

Uji validitas item berfungsi untuk mengukur kesahihan masing-masing item, bertujuan untuk memilih item-item yang benar-benar telah selaras dan sesuai dengan faktor yang ingin diselidiki. Cara perhitungan uji coba validitas item yaitu dengan cara mengkorelasikan setiap item dengan total skor.

  1. Uji korelasi antar faktor

Uji korelasi antar faktor dilakukan untuk mengukur kesahihan masing-masing faktor yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara faktor yang ada. Untuk mengukur korelasi antar faktor digunakan Koefisien Korelasi Product Moment dari Karl Pearson yang terangkai dalam program computer SPSS versi 15.00 for windows.

rxy

Rumus Korelasi Product Moment dari Karl Pearson :

Keterangan :

rxy       = koefisien korelasi item x dengan total item y.

xy        = jumlah hasil perkalian antara item x total item y.

x          = jumlah nilai setiap item.

y          = jumlah nilai konstan.

N         = jumlah subyek penelitian.

  1. 2.      Reliabilitas

Selain valid, suatu alat ukur yang digunakan dalam penelitian ilmiah juga harus reliabel. Reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keajegan, kestabilan, konsistensi, kepercayaan, dan sebagainya. Ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya adalah terdapat konsistensi hasil pengukuran apabila ada beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum  berubah (Saifuddin Azwar, 2003 : 4). Dalam penelitian ini untuk mengetahui reliabilitas digunakan rumus Alpha Cronbach dan pelaksanaannya dengan program computer SPSS versi 15.00 for windows.

α =

Rumus :

Keterangan :

α   =  reliabilitas

k   =  banyaknya belahan tes

sj  =  varians belahan

sx =  varians skor tes

Untuk mengetahui reliabilitas suatu instrumen penelitian dapat dilihat dari kaidah Guildford (KunconoTeguh, 2004 : 27) seperti yang dijelaskan pada tabel dibawah ini :

 

 

 

Kaidah Reliabilitas Guildford – Frutcher

Koefisien Reliabilitas Kriteria
> 0,9 Sangat reliabel
0,7 – 0,9 Reliabel
0,4 – 0,7 Cukup Reliabel
0,2 – 0,4 Kurang Reliabel
< 0,2 Tidak Reliabel

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Azwar, S (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Darmono & Ani M Hasan (2002). Menyelesaikan Skripsi Dalam Satu Semester. Jakarta : Grasindo.

Jones and Bartlett (1994). Manajemen Stress. Jakarta : EGC

dr. LA. Hartono (2007), Kesehatan Masyarakat STRES DAN STROKE. Yogyakarta : Kanisius.

W. J. S. Poerwadarminta, Pusat Bahasa Indonesia (2003). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.